7 lapis bumi dan penghuninya
BagiBuddhisme, ada 31 “lapis” “bumi, surga, dan neraka”, dan kita akan berpindah-pindah di antara mereka tergantung karma (yi. kebaikan dan keburukan kita). Dalam pandangan Buddhisme, karena masih ada pengatributan nilai “baik” dan “buruk” ini,
PlanetBumi berdekatan dengan planet Venus dan Mars. Diameter bumi berukuran 12.742 kilometer dengan volume bumi sebesar 1,08321×10 12 km. Bumi berbentuk oval atau bulat. Terdapat lapisan atmosfer yang menyelubungi bumi. Lapisan atmosfer terdiri dari troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer dan eksosfer.
Allahmemilih angka 7 dalam penciptaan lapisan langit dan bumi yang berjumlah 7 lapis “Dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikannya tujuh langit”. (al-Baqarah: 29). “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah”. (al-Isra: 44) “Katakanlah. Siapakah yang memiliki tujuh langit dan ‘arasy
Untukitu disebutkan dalam ayat berikut: Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui. (Al-Anbiya: 30) Yakni orang-orang yang mengingkari ketuhanan-Nya lagi menyembah yang lain bersama Dia. Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah, Dialah Yang Maha Menyendiri dalam menciptakan makhluk-Nya, lagi Mahakuasa dalam mengatur makhluk-Nya.
Dilansirdari Umma, Senin (28/2/2022), berikut penjelasan tentang kisah perjalanan Rasulullah pada ketujuh langit yang perlu ditembus beserta penghuninya. 1. Langit tingkat pertama. Pada tingkatan langit pertama, Rasulullah dipertemukan dengan Nabi Adam AS. Pertemuan ini, dihiasi dengan Rasulullah dan Nabi Adam bertegur sapa.
Site De Rencontre Par Signe Astrologique. Ilustrasi bumi. Foto PixabayBumi memiliki struktur berlapis-lapis yang dimulai dari lapisan pelindung bumi, lapisan bebatuan, hingga lapisan inti atau lapisan terdalam yang sangat panas. Bumi memiliki diameter sekitar km dan terdiri dari 7 lapisan yang menjadi lapisan tentunya memiliki karakteristik hingga fungsinya masing-masing. Makhluk hidup yang ada di planet bumi hanya dapat hidup pada lapisan bumi yang keras dan kaku yang disebut kulit bumi atau litosfer, karena lapisan ini memiliki kandungan oksigen yang buku Bumi dan Antariksa Kajian Konsep, Pengetahuan, dan Fakta oleh Resyi A. Gani, dkk., dijelaskan bahwa lapisan keras pada kulit bumi bukan hanya bebatuan. Ada juga tanah liat, abu gunung berapi, pasir, dan kerikil sebagai pendukung dari lapisan litosfer termasuk ke dalam 7 lapisan bumi urutan ke berapa? Berapa tebal kedalamannya? Untuk mengetahui lebih lengkapnya, simak penjelasannya di bawah Lapisan BumiIlustrasi lapisan bumi. Foto KumparanMir Aneesuddin, menuliskan dalam Buku Saku Ayat-ayat Semesta, 7 lapisan bumi antara lain lapisan atmosfer troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer, lapisan kerak dan mantel bumi, serta lapisan inti. Berikut adalah uraiannya1. Lapisan TroposferTroposfer merupakan lapisan paling dasar yang sangat dekat sekali dengan bumi. Ketinggiannya 0-12 kilometer di atas permukaan bumi. Lapisan ini juga berfungsi untuk menjaga kestabilan udara yang ada di Lapisan StratosferLapisan stratosfer berada tepat di atas troposfer. Pada stratosfer terdapat lapisan ozon di ketinggian 35 km yang berfungsi untuk melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang memiliki sifat udara yang kering karena hanya mengandung debu, tidak ada uap air. Lapisan ini terdiri dari lapisan isotermal yang berada pada ketinggian 11 km hingga 22 km dan lapisan inversi yang berada pada ketinggian 20 hingga 60 km.3. Lapisan MesosferMesosfer merupakan lapisan ketiga dari atmosfer bumi yang memiliki ketinggian mencapai 55 hingga 80 km. Pada lapisan mesosfer, semakin ke atas maka suhu yang ada di udara semakin mesosfer merupakan lapisan pelindung bumi yang dapat melindungi bumi dari jatuhnya meteor. Di antara lapisan mesosfer dan termosfer, terdapat lapisan perantara yakni mesopause. Suhu minimum dari lapisan mesosfer ini terdapat pada lapisan Lapisan TermosferLapisan keempat pada lapisan bumi ini disebut juga dengan lapisan ionosfer. Bernama demikian karena pada lapisan ini terjadi proses ionisasi atom-atom udara oleh sinar X dan sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh sinar ini memiliki ketinggian 80 hingga 800 km. Berbeda dengan lapisan mesosfer, pada lapisan termosfer semakin ke atas maka suhu yang dimilikinya semakin tinggi, yakni dapat mencapai lebih dari 500 derajat celcius. Lapisan termosfer dapat memantulkan gelombang radio sehingga sangat bermanfaat bagi dunia komunikasi yang ada di bumi. Foto Pixabay5. Lapisan EksosferEksosfer merupakan lapisan terluar dari atmosfer bumi. Ketinggian lapisan ini antara 800 hingga km. Pada lapisan eksosfer, jika udara yang dimiliki semakin tinggi maka gravitasinya semakin kecil. Kelima lapisan ini termasuk ke dalam lapisan Atmosfer yang menyelubungi bumi. Lapisan atmosfer memiliki sifat-sifat sebagai berikutTransparan. Atmosfer atau udara yang ada di sekitar tidak dapat dilihat menandakan bahwa atmosfer bersifat transparan. Walau tak dapat dilihat, sebenarnya atmosfer tetap ada untuk melindungi dan dinamis. Udara bersifat elastis, artinya dapat mengembang dan mengkerut serta dapat menempati ruang sesuai dengan bentuk bendanya. Udara juga bersifat dinamis, artinya mudah bergerak dan berubah sehingga mampu menimbulkan berwarna, tidak berbau, dan tidak dapat dirasakan. Udara dapat dirasakan jika udara tersebut bergerak dalam bentuk angin. Gerakan udara ini timbul karena adanya perbedaan tekanan berat, sehingga dapat menimbulkan tekanan. Udara yang ada pada lapisan terbawah akan memiliki tekanan yang lebih besar karena lapisan udara yang ada di bawah menanggung berat atau beban dari lapisan udara yang ada di atas beberapa gas. Gas yang terkandung dalam lapisan atmosfer bumi antara lain nitrogen, oksigen, argon, karbon dioksida, dan Lapisan Kulit dan Mantel BumiSetelah atmosfer, lapisan selanjutnya adalah lapisan kulit bumi yang keras kerak bumi dan lapisan mantel bumi. Kerak bumi terbagi menjadi dua bagian, yakni lempeng benua continental crust dan lempeng samudra oceanic crust.Lapisan batuan pembentuk kulit bumi litosfer ini memiliki ketebalan kurang dari 70 km yang tersusun dari batuan penyusun kulit bumi. Bahan utama pembentuk lapisan kulit bumi crust adalah magma, yang berupa batuan cair pijar dengan suhu tinggi dan mengandung berbagai macam unsur mineral dan lapisan bumi, terdapat mantel bumi atau lapisan selubung astenosfer. Lapisan ini terletak di bawah litosfer dengan ketebalan km yang berisi material cair dan kental dengan suhu derajat celcius. Material cair dan kental yang membentuk litosfer merupakan campuran dari berbagai bahan yang bersifat cair, padat, dan gas dengan suhu Lapisan Inti BarisferLapisan inti bumi atau core merupakan bagian bumi yang paling dalam dan tersusun atas lapisan NiFe niccolum atau nikel dan ferrum atau besi. Lapisan ini dibedakan menjadi dua bagian, yakni inti luar outer core dan inti dalam inner core.Inti luar adalah inti bumi yang terdapat di bagian luar dengan tebal lapisan km, tersusun dari materi besi dan nikel yang bersifat cair, kental, dan panas dengan suhu derajat celcius. Sementara inti dalam memiliki ketebalan sekitar km, tersusun atas materi besi dan nikel pada suhu yang sangat tinggi sekitar derajat celcius.4 Lapisan Bumi Berdasarkan Struktur FisikIlustrasi bumi. Foto UnsplashDikutip dari Geografi Jelajah Bumi dan Alam Semesta oleh Hartono 2007 43-44, lapisan bumi dibagi menjadi empat bagian berdasarkan struktur fisiknya, yaitu1. Crust Kerak BumiLapisan kerak bumi menempati bagian paling atas bumi. Lapisan ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudera dan kerak benua. Tebal kedua lapisan ini tidak sama di semua tempat. Berikut penjelasannyaKerak samudera mempunyai ketebalan sekitar 5-12 km. Penyusun kerak samudera yang utama adalah batuan benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km. Batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit. Kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 dengan mantel lapisan atas, kerak bumi terbelah menjadi lempeng-lempeng besar seperti potongan puzzle. Inilah yang disebut dengan lempeng tektonik. Lempeng ini bisa bergerak dengan kecepatan 0-14 cm per tahun. 2. Mantle Mantel BumiMantel bumi atau disebut juga selubung bumi adalah lapisan di tengah yang menyelubungi inti bumi dan merupakan bagian terbesar dari bumi. Lapisan ini menempati bagian bawah kerak bumi memiliki sekitar 83,2% dari volume dan 67,8% dari keseluruhan masa bumi. Ketebalan selubung ini berkisar terluar mantel bumi cenderung lebih padat dan menempel dengan kerak bumi di atasnya. Dikutip dari Geografi untuk SMA/MA Kelas X oleh Amir Khosim, dkk., 2008 27, adapun mantel bumi dibagi lagi menjadi tiga bagian, yaituLitosfer, yakni lapisan yang letaknya paling atas dari selimut bumi. Litosfer terdiri dari materi berwujud padat dengan tebal 50-100 km. Astenosfer, yakni lapisan di bawah litosfer, berwujud kental dengan tebal sekitar 100-400 yakni lapisan yang wujudnya padat dengan tebal sekitar km terletak di bawah Inti Bumi LuarLapisan inti bumi merupakan bagian bumi paling dalam yang tersusun atas lapisan NiFe nikel dan besi. Lapisan ini dibedakan atas dua bagian, yaitu inti luar dan inti bumi luar adalah inti bumi yang ada di bagian luar dengan ketebalan mencapai km. Lapisan ini tersusun dari besi dan nikel yang bersifat cair, kental, dan panas yang berpijar dengan suhu sekitar Inti Bumi DalamInti bumi dalam adalah inti bumi yang ada di bagian dalam dengan ketebalan sekitar km. Lapisan ini tersusun atas besi dan nikel pada suhu yang tinggi, yaitu sekitar C, tetapi tetap dalam keadaan padat dengan densitas sekitar 10 gram/ lapisan atmosfer yang paling dekat dengan bumi?Apa saja bagian dari mantel bumi?Apa itu inti bumi?
BUMI merupakan tempat berpijak bagi seluruh makhluk hidup. Dan untuk melindungi bumi, maka bumi mempunyai lapisan pelindungnya. Bumi itu terdiri dari tujuh lapisan. Hal tersebut diketahui oleh para ilmuwan, hanya saja sebelum mereka mengetahui, Allah SWT telah menerangkannya dalam al-Qur’an. Ketika para ilmuwan mulai meneliti lembah-lembah di bumi untuk mengenal struktur dan unsur-unsurnya, mereka menemukan mitos dan dongeng yang mendominasi abad-abad terakhir itu tidak memiliki dasar ilmiah. Setelah para ilmuwan menemukan bahwa bumi berbentuk bulat telur, maka mereka menduga bahwa inti bola bumi ini mempunyai suatu nukleus, dan cangkangnya adalah kerak bumi yang sangat tipis jika dibandingkan dengan ukuran bumi. Dan antara dua lapisan ini ada lapisan ketiga yang biasa disebut dengan kata mantel. Ini merupakan pengetahuan awal para ilmuwan. BACA JUGA Peringatan soal Kerusakan Bumi oleh Tangan Manusia Perkembangan Fakta-fakta Ilmiah Teori Tiga Lapisan ini tidak cukup lama bertahan karena penemuan-penemuan yang terbaru di sistem geologi. Pengukuran-pengukuran dan percobaan-percobaan terbaru menunjukkan bahwa artikel yang berisi nukleus dari bumi itu berada di bawah tekanan yang sangat tinggi, tiga juta kali lebih dari permukaan bumi. Di bawah tekanan seperti itu, zat berubah bentuk menjadi solid, dan hal ini pada gilirannya membuat inti bumi itu sangat solid. Inti bumi ini dikelilingi suatu lapisan zat cair dengan suhu yang sangat tinggi. Ini berarti bahwa ada dua lapisan di dalam inti bumi, bukan satu. Satu lapisan di dalam pusat yang dikelilingi lapisan zat cair. Hal itu diketahui sesudah alat-alat pengukur dikembangkan dan memberi para ilmuwan suatu perbedaan yang jelas antar lapisan-lapisan bumi bagian dalam. Jika kita turun ke bawah bumi yang keras, kita akan menemukan lapisan batu-batu yang sangat panas, yaitu batu yang berfungsi untuk membungkus. Setelah itu ada tiga lapisan terpisah, di mana masing-masing itu berbeda kepadatan, tekanan dan suhu yang berbeda-beda. Oleh karena itu para ilmuwan mengklasifikasi lapisan-lapisan bumi menjadi tujuh lapisan, tidak lebih. Kerak bumi adalah lapisan sangat tipis yang disusul dengan mantel dengan berbeda-beda ketebalannya, lalu disusul lapisan-lapsan yang terdiri zat cair, dan diakhiri dengan yang lapisan ketujuh, yaitu nukleus padat. Para ilmuwan juga menemukan bahwa atom terdiri dari tujuh lapisan atau tingkatan, dan hal ini membuktikan keseragaman ciptaan, di mana bumi mempunyai tujuh lapisan dan atom-atom mempunyai tujuh lapisan juga. Subhanallah. BACA JUGA Ilmuwan Pertama yang Meneliti Jari-jari Bumi Tujuh lapisan bumi itu sangat berbeda-beda dari segi struktur, kepadatan, suhu dan bahannya. Oleh karena itu, tidak seorang pun menganggap bumi itu hanya mempunyai satu lapisan sebagai orang di masa lampau berpikir. Di sini kita menemukan bahwa pemikiran bahwa bumi mempunyai lapisan-lapisan merupakan berkara baru dan tidak dikenal atau yang dikemukakan pada waktu al-Qur’an itu sedang diturunkan. Penemuan-penemuan ini dikemukakan para ilmuwan abad 21 kepada kita, tetapi sejak dahulu kitab Allah telah memberitahu kita tentang hal tersebut. Informasi di dalam Al-Qur’an al-Karim Al-Qur’an al-Karim, perkataan Allah SWT, menuturkan kepada kita tentang tujuh lapisan langit dan tujuh lapisan bumi di dalam ayat surat Al-Mulk dan Ath-Thalaq. Allah SWT berfirman “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” QS. al-Mulk 3. Allah juga berfirman, “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi,” QS. ath-Thalaq 12. Ayat pertama bericara kepada kedua tentang dua sifat langit bilangan langit itu, yaitu tujuh, dan bentuk langit, yaitu berlapis-lapis. Inilah arti kata thibaqan yang kita temukan di dalam kitab-kitab tafsir al-Qur’an dan kamus-kamus bahasa Arab. Sedangkan ayat kedua menegaskan bahwa bumi itu menyerupai langit, dan hal itu diungkapkan dengan kalimat, Dan seperti itu pula bumi.’ Sebagaimana langit itu berlapis-lapis, maka begitu pula bumi, dan masing-masing jumlahnya tujuh lapisan. Informasi dalam Sunnah Seandainya kita meneliti hadits-hadits Rasulullah SAW, maka kita menemukan sebuah hadits yang menegaskan keberadaan tujuh lapis bumi, maksudnya tujuh lapis yang sebagiannya membungkus sebagian yang lain. Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang menyerobot sejengkal tanah, maka Allah akan menimbunnya dengan tujuh lapis bumi,” HR. Bukhari. Kata menimbun di sini diungkapkan dengan kata thawwaqa yang secara bahasa berarti meliputinya dari semua sisi. BACA JUGA Ilmuwan Tiap Tahun, Poros Bumi Bergeser 10 Sentimeter Pertanyaannya di sini adalah Bukankah hal ini merupakan mukjizat Nabawi yang besar? Bukankah hadits yang mulia ini telah menentukan bilangan lapisan bumi, yaitu tujuh, dan menentukan bentuk lapisan itu, yaitu meliputi dan menyelubungi. Bahkan hadits ini memuat sinyal tentang bentuk bulat atau semi-bulat. Al-Qur’an dan Sunnah telah mendahului ilmu pengetahuan modern dalam mengungkapkan fakta yang ilmiah ini. Selain itu, al-Qur’an juga telah memberi kita penjelasan yang tepat mengenai struktur bumi dengan menggunakan kata thibaqan. Wallahu a’lam. [] SUMBER MTF-ONLINE
Para Nabi dan Rasul merupakan orang-orang yang diberikan keistimewaan melebihi orang-orang pada umumnya, namun meski demikian mereka masih tetap sebagaimana manusia pada umumnya seperti masih bekerja. Ada yang menjadi pertukangan, berdagang, bercocok tanam dan sebagainya seperti halnya manusia lain pada umumnya yang masih membutuhkan perbekalan untuk menjalani kehidupan. Pembahasan mengenai 7 lapis langit dan penghuninya, berkaitan erat dengan terjadinya sebuah peristiwa maha besar dalam sejarah ajaran agama Islam yang sangat jauh dari jangkauan daya nalar akal pikiran manusia pada umumnya yaitu peristiwa terjadinya Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad saw, yakni sebuah perjalanan singkat dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso kemudian naik ke lapisan langit dan ke Sidratul Muntaha yang terjadi pada tanggal 27 bulan Rajab. Jarak antara Masjidil Haram ke Masjidil Aqso adalah 1250 km, lalu naik ke langit sampai ke langit ke tujuh lalu ke Sidratul Muntaha, yang ukuran jaraknya tidak terhingga menurut ukuran kita. Sedangkan peristiwa maha besar itu hanya berlangsung semalaman dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mempercayai dan memahami tentang peristiwa itu. Orang yang paling pertama mempercayai peristiwa ini adalah sahabat Abu Bakar, karena rasa keimanan yang kuat inilah maka Abu Bakar di digelari dengan sebutan Ash Shidiq, lalu kemudian disusul oleh orang-orang yang lemah dari kalangan hamba sahaya. Dari ribuan kisah yang sampai kehadapan kita tentang perjalanan para Nabi dan Rasul dalam mengemban misinya yakni untuk berdakwah dalam rangka menyampaikan risalah kenabiannya, selalu saja orang-orang yang di anggap lemah dari segi kedudukan dan kekayaan yang paling dahulu mengimani, mempercayai dan mengikuti para utusan Allah itu. Lain halnya dengan orang-orang yang mempunyai kedudukan dan limpahan kekayaan, rata-rata mereka menolak ajakan Nabi mereka dengan tegas bahkan sampai Nabi Yang Tinggal di Langit Untuk lebih jelasnya mengenai siapa saja nama-nama para nabi itu, kita sebutkan satu persatunya mengenai 7 lapis langit dan penghuninya berikut ini Langit pertama, dihuni oleh Nabi Adam Alaihissalam Langit kedua, dihuni oleh Nabi Yahya dan Nabi Isa Alaihissalam Langit ketiga, dihuni oleh Nabi Yusuf Alaihissalam Langit keempat, dihuni oleh Nabi Idris Alaihissalam Langit kelima, dihuni oleh Nabi Harun Alaihissalam Langit keenam, dihuni oleh Nabi Musa Alaihissalam Langit ketujuh, dihuni oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam Itulah tujuh para Nabi yang pernah Rasulullah saw temui pada saat berlangsungnya peristiwa Isra' dan Mi'raj. sebagai manusia biasa yang di beri akal pikiran tentunya kita bertanya apakah para nabi yang di sebutkan di atas itu masih hidup sampai sekarang? Untuk jawaban yang paling tepat adalah Wallahu a'lam, hanya Allahlah yang mengetahuinya. Tetapi hadits-hadits yang membahas tentang akhir zaman memberikan sedikit bocoran, salah satunya bahwa nanti setelah mendekati Akhir Zaman atau sebelum terjadinya hari kiamat besar terjadi akan diturunkan ke dunia ini seorang Nabi lagi, yakni seorang Nabi yang dulu pernah hidup di dunia ini yang di angkat oleh Allah swt ke langit, namanya adalah Nabi Isa Alaihissalam yakni nabi yang pernah bertemu dengan baginda Nabi Muhammad saw di lapisan langit kedua pada saat terjadinya Isra' Mi'raj. Jadi menurut uraian di atas bahwa kemungkinan 8 delapan Nabi penghuni tujuh lapisan langit itu masih hidup sampai sekarang. Dengan tanpa adanya keimanan yang mendalam, kita tidak mungkin mempercayai hal-hal semacam itu karena hal seperti itu jauh dari daya nalar pemikiran akal manusia seperti kita ini. Dengan bantuan kemajuan Tekhnologi yang ada saat ini, masih belum bisa mendeteksi dan menemukan dimana sebenarnya letaknya lapisan-lapisan langit itu, bahkan Allah swt dari sejak al Quran di wahyukan kapada nabi Muhammad saw sejak 1400 tahun lalu, Allah swt telah memberikan tantangan kepada seluruh umat Jin dan manusia supaya melintasi penjuru langit dan bumi. Tantangan dari Allah itu termaktub dalam Qs Ar Rahman ayat 33, berbunyi Hai jama'ah Jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus melintasi penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. Qs. Ar Rahman 33 Dari sejak ayat ini diturunkan sampai sekarang belum terdengar kabar ada manusia yang bisa menemukan dimana sebenarnya batas-batas langit itu, tapi kalau sekedar informasi bahwa manusia sekarang sudah bisa pergi ke ruang angkasa yang dinamakan Astronot bahkan sudah bisa menginjakan kakinya di bulan, namun kabar mengenai cerita inipun sampai sekarang masih dalam perdebatan. Dari peristiwa terjadinya Isra' dan Mi'raj inilah kita akhirnya dapat mengetahui bahwa sesungguhnya para utusan sebelum Nabi Muhammad saw itu benar-benar ada, Allah swt sengaja membuktikannya agar tidak hanya ada dalam kisah-kisah yang disebutkan dalam Al Quran. Dengan adanya peristiwa ini pula kita mempunyai kewajiban untuk selalu menunaikan ibadah shalat yang lima waktu. Itulah pembahasan mengenai 7 lapis langit dan penghuninya dari langit pertama sampai langit yang ketujuh, semoga dengan mengetahui perkara seperti ini kita semua semakin dapat memperkokoh rasa keimanan kita kepada Allah swt, yang benar hanya dari Tuhan yang salah karena keawaman kita. Wallaahu a'lam.
JAKARTA – Ulama asal Turki, Badiuzzaman Said Nursi 1878-1960 M menjelaskan maksud dari tujuh langit yang diabadikan Allah SWT dalam Alquran. Hal ini dijelaskan Nursi dalam karyanya yang berjudul Al-Lama'at kumpulan cahaya, yang memuat berbagai topik keislaman yang menarik dan mencerahkan. Nursi menjelaskan bahwa lewat perkiraan, perasaan, penelitian, dan percobaan telah terbukti bahwa ketika sebuah materi terbentuk dan tersusun, terlahir darinya beberapa produk lain yang memiliki bentuk dan lapisan berbeda. Dia mencontohkan, ketika intan mulai terbentuk ia menghasilkan abu, arang, dan intan. Juga, ketika api terbentuk, ia menghasilkan bara api, nyala api, dan asap yang keluar darinya. Pada saat oksigen dan hidrogen bercampur, terbentuklah air, es, dan uap. Dari sini, menurut Nursi, dapat diketahui bahwa terbentuknya sebuah materi tententu terbagi atas beberapa tingkatan. Karena itu, ketika Allah Yang Mahakuasa hendak membentuk materi eter, terlahir darinya tujuh jenis langit dengan tingkatan dan lapisan yang berbeda-beda seperti bunyi firman Allah SWT. فَسَوّٰى هنَّ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ ۗ “Lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit.” QS Al-Baqarah 2 ayat 29 Nursi mengatakan, semua petunjuk di atas secara tegas menunjukkan keberadaan beberapa langit. Jelas sekali bahwa jumlah langit banyak. Dan karena dalam Alquran Allah Yang Mahabenar menyatakan bahwa jumlahnya ada tujuh, maka dia ada tujuh. “Dalam bahasa Arab, penggunaan kata tujuh, tujuh puluh, tujuh ratus dan seterusnya menunjukkan jumlah yang banyak. Artinya, bisa jadi tujuh lapisan yang dimaksud adalah lapisan yang sangat banyak,” jelas Nursi dikutip dari buku Al-Lama'at terbitan Risalah Nur Press, halaman 134-135. Baca juga Eks Marinir yang Berniat Mengebom Masjid Tak Kuasa Bendung Hidayah, Ia pun Bersyahadat Perlu diketahui bahwa ada tujuh bagian makna yang tampak dengan jelas membenarkan banyak bagian dari makna keseluruhan dari tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi. Nursi mengutip firman Allah SWT sebagai berikut اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ وَّمِنَ الْاَرْضِ مِثْلَهُنَّۗ “Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari penciptaan bumi juga serupa”. QS At-Thalaq [65] 12 Secara eksplisit, menurut Nursi, ayat ini tidak menyatakan bahwa bumi terdiri dari tujuh lapis. Tetapi, dia menegaskan bahwa Allah SWT menciptakan bumi dan menjadikannya sebagai tempat tinggal bagi para makhluk-Nya sebagaimana tujuh lapis langit. “Ayat itu tidak mengatakan bahwa bumi diciptakan dalam tujuh lapis. Adapun ketika bumi diserupakan dengan langit seperti yang terdapat pada ayat di atas, maka penyerupaan tersebut adalah dari sisi di mana keduanya merupakan sama-sama makhluk dan sama-sama tempat tinggal bagi para makhluk,” kata Nursi. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
7 lapis bumi dan penghuninya